Tampilkan postingan dengan label Politik Dan Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik Dan Ekonomi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Januari 2010

Pupuk Kaltim Ganti Gas Dengan Batubara

kini memprogramkan optimalisasi pemakaian batu bara dalam proses produksi, yakni akan segera me nggantikan pemanf aata n gas bumi den gan batubara.

Menurut Direktur Utama PKT, Hidayat Nyakman, program itu ditandai dengan pemancangan pembangunan boiler batu bara berkapasitas produksi 440 ton per jam. Program pemancangan resmi pembangunan boiler yang menggunakan bahan baku dari "fosil minyak" itu bertepatan pada hari ulang tahun (HUT) PT. PKT ke-32 setiap 7 Desember.

"Boiler batu bara ini diharapkan akan mengatasi ketergantungan penggunaan gas bumi yang cenderung semakin mahal dan cadangannya semakin berkurang," katanya di Samarinda Senin (7/12). Tujuan lain, yakni upaya pihaknya untuk mendukung kebijakan energi nasional untuk memanfaatkan batu bara sebagai energi alternatif.

Boiler merupakan salah satu unit pendukung yang berfungsi menghasilkan "steam" (uap air tekanan tinggi) yang dibutuhkan sebagai penggerak turbin dan kebutuhan operasional pabrik. "Sumber energi untuk boiler di pabrik eksisting selama ini menggunakan gas bumi," kata Hidayat Nyakman.

Biaya produksi steam boiler batu bara terbukti lebih efisien ketimbang penggunaan boiler gas bumi. Boiler batu bara ini juga rencananya dapat meningkatkan realibility steam ke pabrik eksisting dan Kaltim-5.

Adanya boiler batu bara yang dibangun di atas lahan seluas 3,6 hektar itu maka produksi diperkirakan mencapai 440 ton per jam superheated steam dengan tekanan 85 kilogram per meter bujur sangkar. "Penggunaan boiler batu bara tersebut akan menghemat penggunaan gas bumi hingga 27 mmscfd (Million Metric Standard Cubic Feet per Day) atau standar metrik kaki kubik per hari dari jatah alokasi gas bumi ke PT. PKT yakni 80 mmscfd," papar dia.

Proyek boiler batubara yang dilaksanakan PT. Inti Karya Persada itu diperkirakan selesai hingga 20 bulan. Diharapkan setelah pembangunan boiler batu bara itu selesai maka akan menggantikan empat boiler eksisting, yakni Denaeyer Kaltim-1 yang berkapasitas 140 ton, boiler Auxilary Kaltim-1 dengan kapasitas 100 ton per jam, boiler Package Kaltim-2 dan Kaltim-4 dengan kapasitas masing-masing 100 jam per ton.

Boiler itu akan mereka optimalkan setelah selesai pembangunan pabrik Kaltim-5. PKT juga telah memperhitungkan dampak lingkungan akibat penggunaan boiler batubara tersebut ketika ditanyakan persoalan kerawanan dampak lingkungan dalam pemanfaatkan fosil minyak itu.

PKT dijelaskannya bahwa telah menggunakan teknologi ramah lingkungan CFB (circulated fluidized bed) baik pada proses produksi steam maupun penyimpanannya. "Kami juga menggunakan sistem Coal Dome Storage penyimpannan berbentuk kubah setengah lingkaran yang berfungsi menahan debu serta menggunakan proses CBU (Continuous barge unloader) yang berfungsi meminimalkan debu agar tidak mencemari lingkungan saat proses barge (pengangkutan)," kata dia. Apalagi dalam proses boiler batu bara ini menggunakan teknologi yang sangat ramah lingkungan.

Suber Berita Dan Gambar www.inilah.com
Readmore »» Pupuk Kaltim Ganti Gas Dengan Batubara

“Wali Kota Jangan Tinggalkan Utang”




SAMARINDA – Meski APBD Samarinda 2010 sudah disahkan, namun beberapa anggota DPRD Samarinda tetap meminta anggaran ditelaah kembali. Khususnya proyek multiyears (tahun jamak) yang pembiayaannya cukup besar, namun belum jelas progresnya.

Sekretaris Komisi I DPRD Samarinda Anhar SK mengatakan, rapat paripurna DPRD Samarinda, Rabu (23/12) sekitar pukul 23.30 Wita dengan agenda pengesahan APBD sebesar Rp 2,4 triliun itu dinilai terburu-buru. “Saya berharap di tingkat I (provinsi) nanti, APBD Samarinda bisa ditelaah maksimal. Pasalnya, ada banyak kejanggalan dalam anggaran tersebut, terutama masalah proyek multiyears,” kata Anhar kepada Kaltim Post, kemarin.

Anhar mengatakan, defisit anggaran tahun 2009 mencapai angka Rp 645 miliar, melebihi Rp 200 miliar yang ditargetkan. Untuk itu, ia berkeras meminta agar beberapa proyek ditelaah. Setidaknya anggaran yang disiapkan sesuai dengan progres pengerjaannya. “Jangan sampai anggaran terus masuk, tapi progresnya jalan di tempat. Kita harus melihat kondisi di lapangan, baru menentukan anggaran,” sambung politis asal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.

Ia menambahkan, kalau terlalu banyak difisitnya, tentu akan berpengaruh terhadap pembangunan ke depan. Terutama Wali Kota Samarinda periode 2010-2015 mendatang. Jangan sampai Wali Kota Samarinda nanti terbebani utang. Seharusnya Wali Kota menjalankan visi misinya, justru harus berpikir bagaimana menyelesaikan pekerjaan rumah Wali Kota sebelumnya.

“Ingat, Pak Amins sudah tidak Wali Kota lagi nanti. Seharusnya semua programnya sudah diselesaikan selama dia (Achmad Amins, Red.) menjabat. Wali Kota jangan tinggalkan utang,” tegas pria berdarah Bugis ini.

Ia mengaku bersikeras meminta APBD ditelaah, karena ia ingin tak ingin disebut sekadar ikut-ikutan menyetujui anggaran yang tidak jelas tersebut. Apalagi, Agustus 2010 nanti bakal masuk masa transisi kepemimpinan Wali Kota Achmad Amins. “Sikap saya bentuk pertanggung jawaban kepada konstituen saya. Saya menghargai keputusan rapat, tapi tidak ikut bertanggung jawab atas pengesahan anggaran,” bebernya.

Lebih lanjut Anhar menyebutkan, dana proyek multiyears mencapai ratusan miliar dan pasti akan diberikan ke pihak ketiga. Dan, perlu diingat semuanya itu uang rakyat. “Saya akan terus mengkritisi demi perbaikan pembangunan ke depan. Kalau penyusunan anggaran sudah tidak tepat, bagaimana menjalankan program. Intinya, harus benar-benar ditelaah, kalau perlu dibuatkan tim khusus menangani proyek multiyears,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Kota Samarinda, Faisal yang dikonfirmasi kemarin menyebutkan, APBD 2010 sudah tidak ada proyek multiyears. Anggaran yang ada hanyalah proyek yang harus diselesaikan sebelum masa kepemimpinan Wali Kota Achmad Amins berakhir. ”Kalau ada proyek multiyears, berarti Pemkot akan utang sampai 2011. Kami juga berusaha Pemkot Samarinda tidak utang,” kata Faisal.


Sekadar informasi, usai pengesahan APBD 2010 Samarinda, Ketua Fraksi Patriot Kebangsaan Agus Suwandi menyarakan ada reward and punishment (penghargaan dan hukuman) terhadap kinerja instansi Pemkot Samarinda harus bisa dilakukan dalam kaitannya dengan pendapatan dan daya serap anggaran. Kalau berhasil dihargai, sedangkan kalau gagal ya, harus siap dicopot.

Article di ambil dari www.kaltimpos.co.id
Readmore »» “Wali Kota Jangan Tinggalkan Utang”